Main Menu



Metode Pembelajaran


Active Learning
SD Cipta Cendikia(SDCC) berpegangan pada pandangan pembelajaran Konstruktivisme yaitu tujuan pembelajaran yang ditekankan pada 'belajar bagaimana belajar' bukan seperti pandangan konvensional yang behavioristik yaitu tujuan pembelajaran yang menekankan pada 'penambahan pengetahuan'. Oleh sebab itu di SDCC pada proses belajar mengajar menggunakan metode active learning yang merupakan salah satu metode yang bersesuaian dengan pandangan tersebut diatas.
Active Learning adalah metode belajar mengajar yang menekankan pada proses, metode ini menuntut siswa untuk lebih aktif dalam menggali sendiri potensi tentang pengetahuan dan keinginan tahuannya. Pembelajaran siswa disesuaikan dengan konteks yang akan dihadapi pada kehidupan nyatanya. Dengan kata lain siswa mendapat pengetahuan melalui proses belajar siswa sesuai konteks kehidupan oleh siswa itu sendiri bukan pengetahuan yang didapat karena transfer pengetahuan dari guru ke murid. Lalu dimana peran guru dalam active learning ini? Guru disini bukan sekedar sebagai sumber ilmu pengetahuan, tetapi lebih kepada fasilitator yang selalu merangsang siswa untuk lebih berpikir dan menggali potensi keingintahuan siswa.


Waktu Belajar
Waktu Belajar SDCC:
- 07.45 - 14.00
Ekstrakulikuler : 14.00 - 15.00
Hari Belajar SDCC:
Senin sampai Jumat (Sabtu dan Minggu libur)

Sistem Belajar
Sistem Belajar SDCC:
Menggunakan sistem guru mata pelajaran bukan guru kelas. Setiap Kelas mempunyai wali kelas.
Maksimum Siswa tiap kelas = 24 Siswa.

Kegiatan Siswa
07.45 08.00 Morning Gathering : Sharing, Brain Storming, Brain Gym, menananamkan values, berdoa.

08.00 09.45 Penyampaian Materi Pelajaran: Kegiatan ini terkadang membutuhkan aktifitas fisik terutama dalam bereksplorasi, baik dalam bentuk eksplorasi bebas maupun permainan. Semua disesuaikan dan sangat bergantung kepada materi pelajaran. Tempat kegiatan tidak hanya di dalam kelas dan tidak hanya di lingkungan sekolah saja. Pada jam ini juga ada pelajaran berenang dan berolah raga satu minggu sekali.

09.45 10.15 Morning Snack : Makan snack bersama. Jika waktu morning snack masih tersisa, siswa diperbolehkan bermain di halaman sekolah, seperti bermain bola atau melakukan permainan lainnya.

10.15 12.00 Penyampaian Materi Pelajaran: Kegiatan ini terkadang membutuhkan aktifitas fisik terutama dalam bereksplorasi, baik dalam bentuk eksplorasi bebas maupun permainan. Semua disesuaikan dan sangat bergantung kepada materi pelajaran. Tempat kegiatan tidak hanya di dalam kelas dan tidak hanya di lingkungan sekolah saja.

12.00 12.50 Lunch: Makan siang bersama, shalat berjamaah bagi yang beragama Islam, dan bermain jika masih ada waktu.

12.50 14.00 Penyampaian Materi Pelajaran: Kegiatan ini terkadang membutuhkan aktifitas fisik terutama dalam bereksplorasi, baik dalam bentuk eksplorasi bebas maupun permainan. Semua disesuaikan dan sangat bergantung kepada materi pelajaran. Tempat kegiatan tidak hanya di dalam kelas dan tidak hanya di lingkungan sekolah. Setiap hari Rabu pada satu jam terakhir terdapat kegiatan assembly. Kegiatan ini terkadang membutuhkan gerakan badan, terkadang juga tidak. Kegiatan ini dapat berupa pertunjukkan dari setiap kelas, bergantian setiap minggunya. Siswa menampilkan sesuatu pada guru-guru dan teman-temannya. Kegiatan ini berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kreatifitas siswa.

14.00 15.00 Ekstrakurikuler: Kegiatan ini adalah kegiatan diluar pelajaran dan dilakukan setelah jam pelajaran berakhir.

Catatan Khusus
Kami membuka kesempatan kepada siswa berkebutuhan khusus tetapi dengan jumlah yang sangat terbatas.Penerimaan siswa berkebutuhan khusus harus melalui tahap proses pemeriksaan(observasi) oleh psikolog SDCC.
Jika dalam kelas terdapat siswa berkebutuhan khusus(spesial) yang masih membutuhkan perhatian yang sangat khusus, maka ada guru pembimbing tambahan (teacher aid) sebanyak yang dibutuhkan. Peran teacher aid sebatas membantu guru bidang studi dalam menyampaikan instruksi bukan menyampaikan materi dan memandu siswa jika ada aktifitas yang tidak atau belum bisa siswa lakukan.
Jumlah siswa berkebutuhan khusus setiap kelas bergantung kepada keadaan kelas secara keseluruhan pada saat awal penerimaan siswa.

Bahasa Pengantar
Kecuali mata pelajaran English, Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda dan Mandarin, bahasa yang digunakan untuk pengantar pelajaran adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Perbandingan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, Untuk grade-1 (80%-20%), grade-2 (70%-30%), grade-3 (60%-40%), grade-4 (50%-50%), grade-5 (70%-30%) dan grade-6 (90%-10%). Pembiasaan penggunaan Bahasa Inggris wajib dilakukan oleh siswa dan guru dalam keseharian di kelas dan di luar kelas.





 

LINKS


April 2014

MSSRKJS
 
 1
 2
 3
 4
 5
 6
 7
 8
 9
 10
 11
 12
 13
 14
 15
 16
 17
 18
 19
 20
 21
 22
 23
 24
 25
 26
 27
 28
 29
 30